Sabtu, 13 Juni 2009

Manajemen logistik Pemeliharaan

Pemeliharaan dan perbaikan diartikan sebagai kegiatan untuk memlihara atau mejaga fasilitasi/peralatan dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian penggantian yang diperlukan agar terdapat suatu keadaan operasional produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang direncanakan.Tujuan:
• Meningkatkan tingkat kegunaan peralatan
• Menambah umur peralatan
• Meningkatkan efisiensi peralatan
• Penghematan anggaran

Manfaat:
• Dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan rencana produksi
• Menjaga kualitas produksi yang tepat guna,memnuhi apa yang dibutuhkan oleh produk dan tidak mengganggu kegiatan produksi
• Membantu mengurangi pemakaian dan penyimpanan diluar batas dan menjaga modal untuk waktu yang ditentukan sesuai kebijakan
• Melaksanakan biaya serendah mungkin dan melalsanakan kegiatan pemeliharaan secara efektif dan efisien

Tugas dan kegiatan pemeliharaan:
• Insfeksi(inspection): kegiatan pengecekan atau pemeriksaan berkala atau penggantian yang diperlukan.Dilakukan bagian pemeliharaan
• Kegiatan Tekhnik(Engineering): kegiatan percobaab atas alat yang baru dibeli,dan kegiatan pengembangan atau komponen peralatan yang perlu diganti serta penelitian kemungkinan pengembangan
• Kegiatan produksi(production): kegiatan pemeliharaan yang sebenarnya yaitu pemeliharaan/perbaikan serta kegiatan yang disarankan insfeksi dan tehnik
• Kegiatan administrasi(clerical work);kegiatan pencatatan mengenai biaya kegiatan pemeliharaan,biaya komponen(spare part) yang dibutuhkan serta penyiapan jadwal pemeliharaan
• Pemeliharaan bangunan(house keeping); kegiatan agar bangunan gedung tetap terpelihara dan bersih

Upaya-upaya menjamin kelancaran pemeliharaan:
• Menambah jumlah peralatan dan perbaikan bagian pemeliharaan
• Menggunakan preventive maintenance, dan dapat mengganti alat sebelum rusak
• Ada cadangan di salam system produksi
• Perbaikan dalam suatu engineering design
• Mengadakan percoabaan untuk menghubungkan tingkat produksi dengan mengadakan suatu persediaan cadangan

Alasan pergantian peralatan:
• Keuntungan potensial penggunaan alat baru,missal: penggunaan bahan dan tenaga dapat berkurang dan waktu kegiatan lebih cepat
• Alat rusak dan tidak dapat diperbaiki
• Alat yang digunakan tidak cocok atau tidak mampu menghasilkan produk baru akibat perubahan permintaan komsumen
• Semangat pekerja menurun karena kondisi alat tidak menyenangkan

Buku petunjuk(manual) yang diperlukan untuk pemeliharaan,berisi: Specifikasi peralatan,Petunjuk penggunaan, petunjuk pemeliharaan dan perbaikan

Tingkat-tongkat pelaksanaan pemeliharaan:
• Pemeliharaan bersifat pemcegahan
• Pemeliharaan secara periodic
• Pemeliharaan oleh tenaga terdidik dari instalansi tersebut
• Pemeliharaan oleh unit pemeliharaan yang punya perlengkapan dan alat tes
• Rehabilitasi peralatan mekanik: pengecekan,penyetelan,service,penyesuaian,reparasi

Hal yang perlu diperhatikan agar kegiatan pemeliharaan berjalan lancer dan efisien:
• Data mengenai peralatan harus lengkap(no,jenis,tahun pembuatan,kapasitas,cara,operasi dll)
• Planing dan scheduling(rencana dan jadwal pemeliharaan) preventive maintenance,inspeksi,pembersihan,reparasi
• Surat perintah(work orders):surat pemberitahuan berisi dikerjakan diluar/didalam perusahaan,tenaga dan bahan yang dibutuhkan wktu pelaksanaan
• Persediaan material dan spare part tersedia sesuai kebutuhan
• Catatan(records) :perlu dilakukan pencatatan jumlah peralatan,letak,karakter alat,lama inspeksi internal,dan biaya maintenance
• Laporan pengawasan dan analisa:laporan tentang kemajuan,perbaikan serta analisa kegagalan perbaikan

Jenis pemeliharaan:
1. Preventive maintenance: kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan yang tidak terduga dan menemukan kondisi/keadaan yang tidak terduga dan menemukan kondisi/keadaan yang dapat menyebabkan fasilitas produksi mengalami kerusakan pada waktu digunakan
2. Corrective maintence: kegiatan pemeliharaan setelah timbul atau pada saat timbul kerusakan sering disebut perbaikan dan perlu memperhatian biaya yang timbul

Hal yang perlu diperhatikan terkait biaya:
1. Perbandingan biaya kerusakan karena tidak ada preventive maintenece denganbiaya pemeliharaan yang diperlukan karena kerusakan walaupun dilakukan preventive maintenece
2. Biaya pemeliharaan dengan haraga beli alat
3. Jumlah biaya pemeliharaan yang diperlukan dengan kerugian yang timbul karena tidak berproduksi alar rusak

Hal lain yang perlu diperhatikan terkait biaya:
1. Tempat perbaikan:diperbaiki dibengkel sendiri atau dibengkel diluar perusahaan,untuk ini perlu;perandingan biaya,waktu perbaikan,mutu/hasil perbaikan
2. Pertimbangan diperbaiki atau diganti:
-Dengan harga alat baru
-Dengan harga alat lama
-Recurring cost(biaya terus menerus timbul)
-Selama alat digunakan (biaya perbaikan)
-Non recurring cost,biaya yang dikeluarkan hanya satu kali saja(biaya investasi

Tahapan pemeliharaan:
1. Tahapan perencanaan;
• Desain system pemeliharaan yang sederhana dan praktis tetapi tetap memberikan pengawasan yang akurat dan teliti.Tujuan dari tahapan ini adalah:memperkirakan anggaran pemeliharaan yang tepat,memberikan pelayanan yang cepat dan dapat dipertanggungjawabkan,mendukung spenuhnya tugas operasional(read for use equipment) ,menyediakan pendidikan dan pelatihan setiap tingkat pemeliharaan sehingga tersedia tim dan peralatan yang lengkap dan siap digunakan
• Evaluasi tekno-ekonomis terhadap barang dan alat
• Mengikuti perkembangan industri dari supply dalam dan luar negeri
2. Tahap pelaksanaan:
• Pengamatan inventarisasi peralatan dan inventarisasi peralatan pemeliharaan
• Tersedianya buku-buku untuk setiap peralatan atau barang,antara lain:
-Operator manual:buku petunjuk bagi para operator
-Maintenece manual: buku petunjuk tentang cara-cara pemeliharaan peralatan
-Katalog : buku yang memuat nama dan gambar alat,suku cadang,dank ode-kode suku cadang
3. Tahapan pasca(post) pelaksanaan:
• Persiapan pengajuan anggaran,hasil pengkajian dalam tahap sebelumnya
• Pembuatan daftar kebutuhan akan suku cadang bahan-bahan lainnya guna pemeliharaan yang efektif,efisien dan produktif
• Pengkajian dan peninjauan kembali akan system pemeliharaan penyediaan tenaga system anggaran dan para supplier

Tingkat tempat pemeliharaan/Bengkel:
1. Bengkel pusat;bengkel paling utama dan harus memiliki tenaga dan peralatan yang paling lengkap
2. Bengkel wilayah; bengkel yang melayani sebagian atau beberapa bengkel daerah/lapangan sekaligus. Bengkel ini harus memiliki tenaga lebih cukup dan lengkap serta peralatan yang lebih lengkap dibandingkan dengan bengkel daerah/lapangan
3. Bengkel daerah/lapangan: bengkel yang paling depan dan pelaksanaan lengsung jika diperlukan pemeliharaan disuatu daerah.Pengelolahan dapat diserahkan kepada pimpinan tehknis di daerah/lapangan

Biomedical Miantenence system overview:

Sabtu, 06 Juni 2009

Penyimpanan Obat

Penyimpanan merupakan kegiatan dan usaha untuk mengelolah barang persediaan sehingga harus dilakukan sedemikian rupa agar:kualitas dapat diperhatikan, barang terhindar dari kerusakan fisik,pencarian barang mudah dan cepat,Barang aman dari pencuri dan memermudah pengawasan stock.
Penyimpanan sebagai jantung dari menjemen logistic karena sangat menetukan kelancaran dari pendistribusian. Oleh karena itu, maka metode pengendalian persediaan /inventori control diperlukan,dipahami dan diketahui secara baik
Tujuan:
• Kualitas barang dapat dipertahankan
• Barang terhindar dari kerusakan
• Barang aman dari kehilangan dan pencurian
• Pengawasan stock lebih mudah

Hal yang perlu diperhatikan:
• Lokasi penyimpanan(gudang)
• Desain penyimpanan
• Jenis dan pengelompokan
• Prosedur dan ADM
• Pemakaian alat Bantu/ binatang

Lokasi penyimpanan:
• Aksesibilitas
• Utilitas
• Komunikasi
• Bebas banjir
• Mampu menampung barang sesuai kebutuhan
• Infrastruktur

Desain penyimpanan:
• Kemudahan bergerak
• Sirkulasi udara
• Penggunaan palet
• Pengaturan cahaya
• Kemudahan perawatan
• Penyimpanan dingin
• Penympanan khusus
• Mudah terbakar
• Narkotika dll
• Alat pemadam kebakaran
• Pengaturan kelembaban,bentuk gudang,model gudang,pengaturan gudang

Jenis pengelompokan barang:
• Berdasarkan barang yang sejenis:
1. ATK/alat kebersihan/suku cadang/dll
2. Obat/ALKES/pembalut
3. Bahan baku/kesediaan jadi/volume besar
4. Sirup/tablet/Zalf/Injeksi
• Berdasarkan sifat barang:
1. Barang mudah menguap/terbakar
2. Penympanan dingin
3. Penyimpanan tidak kena cahaya
• Berdasarkan kecepatan bergerak:cepat(dekat pintu),sedang,lambat
• Berdasarkan volume dan berat: besar(jauh dari pintu)/kecil(dekat pintu),Berat(dekat pintu)/ringan
• Berdasarkan pabrik
• Berdasarkan alphabet

Penyimpanan=gudang
Fungsi:
• Penerimaan,Penyimpanan,Pengeluaran
Kegiatan;
• Menentukan reorder point
• Menetapkan jumlah buffer stock(persediaan) pengaman
• Menetapkan jumlah pesanan
• Melaksanakan kegiatan penerimaan
• Menetapkan jumlah yang didistribusi
• Menetapkan frekuensi distribusi pengeluaran
• Menetapkan jadwal distribusi
• Melaksanakan kegiatan pengeluaran
• Melakukan stock opname
• Menilai kekayaan
• Usul penghapusan penympanan
• Evaluasi dan pelaporan

Penerimaan barang farmasi:
Kegiatan penerimaan merupakan kegiatan yang sangat penting jenis,jumlah dan kualitas. Spesifikasi dan persyaratan lainnya dari barang yang diterima harus sama dengan yang tercamtum dalam kontrak.Proses penerimaan sangat penting karena pada proses inilah kita dapat menyaring barang-barang yang tidak bermutu dan tidak sesuai denga spesifikasi yang telah ditetapkan:
• Kuantitas
• Kualitas
• Spesifikasi
• Packing
• Seal

Prosedur penerimaan
• Dasar
1. Surat order pembelian
2. Faktur pengantar
• Proses
1. Cek kehabsahan dokumen
2. Cek kehabsahan barang
3. Cek jenis barang yang sesuai dengan SOP(surat order pembelian) dan faktur pengantar
4. Cek kualitas barang
5. Cek jumlah barang yang sesuai dengan SOP(surat order pembelian) dan faktur pengantar
6. Bila semua sesuai, buat BA(berita acara) penerimaan
7. Buat laporan penerimaan
8. Catat pada buku masuk
9. Catat pada kolom gudang pada kolom kurang
10. lanjut dengan proses penyimpanan

Penyimpanan:
• Penuhi persyaratan penyimpanan
• Penyusunan dengan system FIFO
• Barang ditempatkan pada tempatnya
• Catatkan pada kartu barang pada kolom masuk
• Cek fisik barang, bila ada rusak pisahkan
• Cocokan jumlah antara fisik barang dengan kartu
• Lakukan opname minimal 1X 1tahun
• Buat laporan opname
• Buat usulan penghapusan barang
• Lakukan bongkaran minimal setiap triwulan

Penyimpanan pembekalan farmasi rumah sakit:
Pembekalan farmasi rumah sakit mempunyai arti yang sangat karena untuk pmebekalan farmasi ini menghabiskan sekitar 40% dari anggaran rutin(diluar gaji) tetapi mempengaruhi outcome yang diinginkan.Oleh karena itu proses penyimpanan obat/barang farmasi baik digudang farmasi,depo farmasi,apotik,ataupun diruang perawatan.pelayanan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya

Prinsip dasar:
Penympanan merupakan suatu kegiatan dan usaha untuk melakukan pengelolahan barang persediaan/inventory ditempat penyimpanan. Pengelolahan tersebut harus dilakukan sedeikian rupa sehingga;
• Kualitas barang dapat dipertahankan
• Barang terhindar dari kerusakan fisik
• Pencarian barang mudah dan cepat
• Barang aman dari pencurian
• Mempermudah pengawasan stock barang

Untuk keperluan tersebut diperlukan kegiatan-kegiatan seperti:
• Perencanaan ruangan penyimpanan/gudang
• Perencanaan dan pengoperasiaan alat pengatur barang
• Penyelenggaraan prosedur peyimpanan
• Pengamanan

Dilihat dari bentuknya gudang dibagi atas:
• Gudang terbuka
• Gudang semi terbuka
• Gudang tertutup

Dilihat dari jenisnya gudang dibagi atas:
• Gudang transit
• Gudang serbaguna
• Gudang pendingin
• Gudang tahan api

Pendistribusian juga harus sesuai dengan permintaan, tepat waktu , tepat jumalah serta sesuai dengan spesifikasinya. Pengeluaran barang dalam pendistribusian harus dengan persetujuan pihak yang berwenang sesuai denan perencanaan yang diterima oleh pemakai/user.

Mekanisme pengeluaran barang adalah sesuai dengan prinsip FIFO= first in first out artinya yang dating lebih dulu dikeluarakan lebih dulu> selain itu dilihat dari masa kadarluarsanya walaupun datangnya lebih dulu/terakhir tapi expire date dekat dikeluar lebih dulu. Disebut FEFO= first expire first out

Setelah diperoleh yang dikehendaki maka seluruh barang yang akan disimpan harus dikelompokan dengan memperhatikan hal berikut:
• Kelompok pelayanan
• Kondisi yang diperlukan untuk menjaga kualitas
• Ukuran volume
• Fast atau slow moving
• Abjad dan FIFO

Penyimpanan ada 2 sistem:
• Sistem abjad(mempermudah pencarian)
• Sistem pabrik(mempermudah pemesanan)

Permasalahan yang sering dijumpai:
• Dalam perencanaan kebutuhan barang/perbekalan farmasi serng kali unit kerja pemakai belum/tidak data-data yang seharusnya. Banyak rumah sakit belum mempunyai standar terapi, bahkan tidak jarang formulariumpun belum dimiliki, kalaupun sudah ada tetapi belum dipakai
• Tidak jarang untuk sediaan dengan zat aktif dengan kadar yang sama disediakan lebih dari 2 merek
• Data BOS,LOS,jumlah tindakan dll belum digunakan didalam perencanaan tidak jarang data-data itupun belum dimiliki
• Pengisian,medical record belum menjadi budaya sehingga tidak punya arti apa-apa bagi manajemen
• Sering kali data yang dipakai dalam perencanaan hanyalah data distribusi dari periode yang lalu
• Kurangnya anggaran yang tersedia menyebabkan instalansi farmasi tidak mungkin menyediakan segala kebutuhan barang/perbekalan farmasi. Akibatnya penderitaan harus membeli/mencari sendiri kekurangannya keapotik luar inipun dapat menimbulkan masalah tersendiri
• Sering kali pembeli dengan system tender harga belinya justru lebih tinggi dari pada kalau beli secara langsung
• Pada peenerimaan barang tidak jarang terjadi kekeliruan salah satu penyebabnya adalah anggota panitia kurang menguasai baik spesifikasi maupun mutu dari barang yang diterima. Hampir di seluruh Rs di Indonesia yang tidak memiliki laboratorium kualiti kontrol
• Barang kadang rusak pada penyimpanan digudang salah satu penyebabnya adalah kurang memadai sarana dan prasarana yang dimiliki
• Seharusnya dengan tidak adanya laboratorium kualiti control instalansi farmasi tidak boleh memproduksi obat
• Sisa obat pasien

Pengaturan tata ruang dan penyusunan inventory:
• Gudang dapat ditata dengan model garis lurus,huruf U dan huruf L
• Perhatian jenis/barang yang disimpan
• Setiap jenis/kelompok disusun sesuai abjad
• Jangan meletakkan barang langsung diatas lantai(sebaiknya diberi alas)
• Gunakan lemari khusus untuk barang narkotika dan barang kelompok A
• Susun barang dalam rak dan berikan nomor kode
• Pisahkan penyimpanan obat dalam dan obat luar
• Box/dus bekas dapat digunakan untuk menympan
• Barang yang voluminous dapat disimpan dalam box besar sedang yang kecil untuk menympan barang yang kaleng atau botol
• Keluarkan barang dari box secekupnya
• Bila satu box berisi bermacam-macam barang maka buat daftar isi box tersebut

Pengamanan mutu:
• Tablet terjadi perubahan warna,bau dan rasa,timbul noda bintik-bintik dan lubang,sumbing,pecah dan terdapat benda asing
• Wadah rusak
• Kapsul terbuka atau melekat isi kapsul berubah warna
• Dagree pecah,basah,lengket
• Cairan menjadi keruh,timbul endapan,kekentalan berubah warna,rasa,berubah wadah rusak dan bocor
• Salep warna berubah, wadah rusak dan bocor
• Obat suntik terdapat partikel asing,keruh atau terdapat endapan,warna larutan berubah wadah bocor

Pengandalian inventori:
• Merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menjamin tersedianya barang dalam jenis dan jumlah yang sesuai kebutuhan pada tempat dan waktu yang tepat secara berdaya guna dan berhasil guna
• Menjaga keseimbangan antara besarnya manfaat(diskon membelidalam jumlah banyak, efisiensi biaya transportasi,friuktuasi harga dapat dihindari dan dapat menghindari kekosongan stock pengaman) yang diperoleh dari inventori dengan biaya yang dikeluarkan
• Manfaat adanya inventori ketidak pastian suppli dapat dihindari

Setelah diperoleh gudang yang dikehendaki maka seluruh barang yang disimpan harus dikelompokan dengan memperhatikan hal berikut:
• Kelompok/jenis barang
1. Barang mempunyai fungsi sejenis
2. sifat fisik seperti padat atau cair
3. Kondisi yang diperlukan untuk menjaga kualitas barang yang memerlukan pendinginan selama penyimpanan atau yang mudah terbakar
4. Supplyer yang sama
• Tiap kelompok diedakan menjadi
1. Ukurannya berat atau bervolume besar
2. Tingkat pemakain baru atau fast moving,moderat atau slow moving
• Kemudian dari masing-masing kelompok baru disimpan berdasarkan abjad
• Lebih ekonomis apabila barang fast moving, berat dan voluminous diletakkan didekat pintu

Pegeluaran setiap barangharus memakai konsep first in first out(FIFO) atau first expire frst out(FEFO)
Pada dasarnya 2 konsep dimasudkan untuk menjaga sesuatu yang akan disalurkan dengan asumsi:
• Mutu setiap barang akan menurun selama penympanan makin lama barang disimpan makin besar kemungkianan penurunan mutu
• Barang yang masuk terlebih dahulu tentunya makin cepat umur penyimpanannya

Pengawasan dan pengamatan:
• Pengawasan dan pengamatan dilakukan baik pada saat penerimaan maupun pada penyimpanan di gudang pusat atau lainnya
• Setiap barang yang masuk dan keluar harus segera dicatat dibuku penerima dan kartu stock
• Bila ada kesalahan pada kartu stock maka kesalahan tsb tidak boleh dihapus atu dibuang
• Kartu stock yang salah penuh tidak boleh dibuang
• Stock opnamae bukan hanya menghitung jumlah barang tetapi juga memisahkan barang yang hampir dan telah expire serta barang yang rusak
• Selanjutnya barang diastase tersebut diproses untuk penukaran atau penghapusan
• Biasanya cukup sulit untuk menilai suatu barang masih baik atau sudah rusak. Beberapa barang bila sudah tidak berfungsi kita katagorikan sudah rusak misalnya terjadi perubahan warna,rasa dan bau, dll

Pengeluaran barang/pendistribusian:
• Dasar
1. Surat permintaan dari user
• Proses
1. Buatkan surat penyerahan barang berdasarkan surat permintaan dan persediaan
2. Ambil barang dari rak
3. Catatkan pada kartu barang kolom keluar
4. Cek fisik barang dan cocokan dengan kartu barang
5. Catatkan pada buku keluar
6. catatkan pada kartu gudang kolom keluar
7. Lakukan searah terima barang
• Administrasi
1. Buku defakta
2. Surat permintaan pembelian
3. Surat order pembelian
4. Buku barang masuk
5. Kartu gudang
6. Buku penerimaan barang
7. laporan penerimaan barang
8. Buku besar persediaan
9. Formulir penerimaan barang
10. Bukti penyerahan barang
11. Formulir bon
• Dalam pelaksanaan adm dilakukan pemisahan adm
1. Adm persediaan bahan baku
2. Adm persediaan barang jadi
3. Adm persediaan ALKES

Distribusi Obat

Secara umun dapat diartikan sebagai proses pemindahan barang dari suatu tempat ke tempat lain seperti:
• Pemindahan dari supplier ke gudang pabrik(GP
• Pemindahan dari GP ke unit produksi atau pemakai
• Pemindahan produk dari unit produksi ke GP
• Pemindahan dari GP ke gudang cabang pabrik(GCP)
• Pemindahan GP/GCP ke gudang distributot (GD)
• Pemindahan GD ke gudang cabang distributor
• Pemindahan GD/GCD kepengencer
• Pemindahan dari pengencer ke konsumen
• Proses pemindahan tersebut dapat berlangsung cepat atau lama bahkan dapat membutuhkan waktu beberapa hari tergantung jarak,kualitas transportasi seperti jalan dan alat angkut
• Selama proses pemindahan mutu dan jumlah barang harys tetap dapat dipertahankan,karena itu alat angkut harus memiliki fasilitas untuk menjaga mutu dan keamanan barang
• Proses komunikasi dan administrasi juga merupakan factor penting dalam proses distribusi

Distribusi dapat dilakukan dengan 2 cara:
1. Sentaralisasi :seluruh kebutuhan user disuplai dari gudang pusat
2. Desentralisasi : seluruh kebutuhan user disuplai dari depo(satelit) yang berada didekat atau disekitar user. Persediaan Depo display Gudang pusat

Keduanya mempunyai keuntungan dan kerugian,system mana yang akan ddipakai tergantung pada situasi dan kondisi masing-masing RS. Bila jarak dan alat angkut merupakan kendala sebaiknya disentralisasi dan bila tidak gunakan sentralisasi. Selanjutnya distribusi dapat dilakukan dengan metode:
1. Floor stock
Seluruh kebutuhan pelayanan baik untuk keperluan emergency,dasar ruangan maupun individu penderita dari gudang pusat(ssentralisasi) atau depo farmasi(disentralisasi) dikirim dan disimpan ditempat pelayanan/ruang user. Kebutuhan obat langsung dapat dilayani perawatan tanpa harus menembus/ mengambil ketempat pelayanan farmasi, sehingga farmasis tidak terlibat sama sekali dalam proses review resep senbelum obat disiapkan
2. Resep individu
Hanya kebutuhan emergency dan dasar ruangan saja yang dikirim dari gudang pusat atau depo farmasi dan disimpan ditempat pelayan/ruang user, sedangkan kebutuhan individu diresepkan dan ditembus/diambil oleh perawat atau keluaraga ditempat pelayanan obat/apotik dengan system cash and carry(seperti layaknya pengambilan resep biasa). Disini farmasis terlibat dalam proses sebelum obat disiapkan
3. Kombinasi
Tidak ssperti ad 1 disini tidak seluruhnya disediakan ditempat pelayanan jadi tetap ada yang harus diambil ketempat pelayanan farmasi
4. Unit Dose
Seperti ad 2 hanya bedanya obat tidak diserahkan seluruhnya tetapi umumnya diserahkan dan discharge hanya kebutuhan 24 jam saja. Ketelitian dan disiplin yang ketat dalam menangani masalah distribusi/penyaluran yang merupakan unsure yang sangat penting untuk memnuhi ketepatan seperti diharapkan oleh fungsi kebutuhan. Dan factor pengendalian akan membantu banyak hal penyempurnaan fungsi penyaluran/distribusi tersebut. Setiap saat perlu monitoring dan usaha-usaha yang mendorong kelancaran=expediting agar tahap-tahap penyaluran dari proses manufacturing,transportation dan barang-barang dating tepat pada waktu yang diperlukan
Pendistribusian juga harus sesuai dengan permintaan,tepat waktu,tepat jumlah serta sesuai dengan spesifikasinya. Pengeluaran barang dalam pendistribusian harus dengan perencanaan yang diminta oleh user.Mekanisme pengeluaran barang adalah sesuai dengan prinsip FIFO dan FEFO

Manfaat Sistem Unit Dose:
• Setiap instruksi pengobatan dapar direview oleh farmasi
• Setiap kemungkinan terjadinya kesalahan/kekurangan adaministrasi dan farmasetika dapat segera diketahui oleh farmasis
• Demikianpula dengan kemungkinan adanya kesalahan klinik dapat segera diketahui oleh farmasis untuk segera didiskusikan pemecahannya bersama dokter,sehingga kesalahan seperti ketidaksamaan obat,under/over dosis,efek samping,efek toksis maupun interaksi obat dapat segera mungkin diketahui
• Biaya pengobatan yang harus ditanggung oleh penderita menjadi lebih rendah karena yang dibayar hanyalah untuk obat/barang farmasi yang dipakai saja
• Penyimpanan,peracikan dan penyiapan sepenuhnya oleh farmasis
• Waktu perawatan untuk melakukan perawatan bertambah banyak
• Baik farmasis maupun perawat dapat lebih melakukan pekerjaan yang sesuai dengan background pengetahuaanya
• Inventory obat/barang farmasi diruang pesawat menjadi minimal
• Interaksi antara ketiga unsure health Provider(dokter,farmasis,perawat) lebih nyata dalam emberikan pelayanan terbaik kepada pasien
• Billing oabt dapat segera disiapkan

Alur pelayanan resep individu:
A.
PASIEN DOKTER

PERAWAT
KELUARGA

PERAWAT APOTIK RS APOTIK LUAR

KELUARGA
KEUANGAN:
• Pada umumnya di RS swasta
• Bila tidak ada persediaan:a.Apotik RS yang mencari,
b.Diserahkan kepada keluaraga(jarang)
• Seluruh obat diresepkan diserahkan sebelum dipakai disimpan di nurse station
• Penagihan obat oleh keuangan

B. PASUEN DOKTER

PERAWAT PERAWAT

KELUARGA INSTALANSI FARMASI KELUARGA

APOTIK LUAR
• Pada umumnya di RS pemerintah
• Bila tidak ada persediaan ke apotik luar
• Semua obat sebelum digunakan disimpan di Nurse Station
• Tidak ada panagihan obat karena sistemnya cash and carry

C. PASUEN DOKTER

PERAWAT

INSTALANSI FARMASI

PERAWAT UNIT DOSE
Contohnya:
• Di nurse station hanya obat untuk 24 jam sisanya ada di farmasi
• Biaya obat yang dihitung hanya obat yang digunakan
• Yang tidak digunakan tidak dibebankan kepada pasien(obat sisa)

Tidak jarang terjadi keadaan pasien semakin berat setelah menerima pengobatan ataupun masuk kembali ke RS setelah sebelumnya dunyatakan sembuh. Keadaan ini tentu saja sangat merugikan pasien baik secara klinis,psikologis maupun materi. Penggunaan obat yang rasional atau good prescribing adalah penggunaan/pemberian obat yang tepat indikasi,tepat dosis,tepat waktu,lama pemberian dan tepat cara pemberian dengan mempertimbangkan ratio menfaat resiko dan terjangkau.
Mengingat sedemikian banyaknya obat yang beredar baik kualitas maupun kuantitas serta minimnya informasi yang diberikan serta factor udaya dan sikap dokter maupun pasien sendiri, maka dalam prakteknya tidaklah mudah unuk menggunakan obat secara rasional

Beberapa pedoman dalam pemberian obat:
• Sebenarnya tidak semua pasien tidak diberikan obat, tidak jarang pasien tersebut disuruh istirahat saja cukup atau disarankan untuk mengubah cara hidup maupun diet dll
• Keberhasilan pengobatan sangat tergantung pada:
1. Ketepatan alat diagnosa yang digunakan
2. Ketepatan menegakkan diagnosa
3. Ketepatan obat/zat berkhasiat yang akan digunakan
4. Ketepatan memilih obat dari merk yang ada
5. Penyampaian informasi kepada pasien
• Yakin pasien bahwa:
1. Dalam pengobatan tidak harus selalu disuntik
2. Bukanlah mahalnya harga obat yang menentukan baik tidaknya suatu obat
• Hindari penggunaan obat kombinasi kecuali efek terapinya lebih baik dan efek sampingnya tidak lebih jelek dari obat tunggal
• Sebaiknya hindari terapi sistomatik yang berkepanjangan
• Hindari polypharmacy bila diagnosa belum jelas ataupun pasien lanjut usia
• Pertimbangkan selalu manfaat/resiko
• Pertimbangkan usia,jenis kelamin,berat badan,fungsi hati,fungsi ginjal,kehamilan,menyusui, penyakit lain,kepatuhan
• Pada keadaan darurat berikan obat yang paling efektif dan paling cepat menimbulkan efek yang menjadi pertimbangan utama bukan factor harga ataupun terbatasnya persediaan

Apakah obat yang perlu diberikan:
• Pemberian obat lebih besar manfaatnya dari pada resiko samping
• Tidak semua keluhan/penderitaan pasien harus diberikan obat
1. Pemberian antibiotic broad sprektum pada penderita disentri basiler tidak banyak manfaatnya malahan dapat memperpanjang diare
2. Manfaat pemberian serebrat vasodilator pada Demensa senilis masih diragukan
3. pemberian vitamin hanya bermanfaat pada keadaan defisiensi
4. Demikian juga halnya dengan pemberian mineral

Keadaan diatas sering terjadi karena keraguan akan diagnosa yang ditegakkan kurangnya waktu wawancara ataupun waktu pemeriksaan yang mendalam. Pasien sendiri sering tidak puas kalau tidak diberi resep.Malahan ada pasien yang baru puas bila sudah disuntik.