Minggu, 05 April 2009

farmasi EVALUASI GRANULASI DAN TABLET

farmasi
EVALUASI GRANULASI DAN TABLET
GRANULISASI DAN TABLET

I. PENDAHULUAN
Granulasi adalah pembentukan partikel-partikel besar dengan mekanisme pengikatan tertentu. Granul dapat diproses lebih lanjut menjadi bentuk sediaan granul terbagi, kapsul, maupun tablet. Berbagai proses granulasi telah dikembangkan, dari metode konvensional seperti slugging dan granulasi dengan bahan pengikat musilago amili hingga embentukan granul dengan peralatan terkini seperti spray dry dan freeze dry. Granulasi peleburan atau hot melt granulation merupakan metode pembentukan dispersi padat berbentuk granulat dengan bahan pengikat yang melebur di atas suhu kamar. Granulasi peleburan ini dapat digunakan untuk membentuk granul dengan bahan
pengikat hidrofob seperti lemak dan wax dengan tujuan penyalutan dan/ atau Pembentukan matriks sediaan pelepasan dimodifikasi (modified release drug). Keunggulan dari granulasi peleburan ini adalah : tidak membutuhkan bahan pelarut, tidak memerlukan proses pengeringan, dan prosesnya berlangsung cepat serta bersih
Tablet adalah bentuk sediaan yang paling banyak beredar karena secara fisik stabil, mudah dibuat, lebih menjamin kestabilan bahan aktif dibandingkan bentuk cair, mudah dikemas, praktis, mudah digunakan, homogen, dan reprodusibel. Massa tablet harus mengalir dengan lancar agar dapat menjamin homogenitas dan reprodusibilitas Sediaan dan harus dapat terkompresi dengan baik agar diperoleh tablet yang kuat, kompak, dan stabil selama penyimpanan dan distribusi. Metode granulasi banyak dipilih dengan tujuan memperbaiki sifat alir dan kompresibilitas massa tablet. Berikut ini dilakukan penelitian untuk mengevaluasi sifat alir dan kompresibilitas granul dengan bahan aktif propranolol hidroklorida dan bahan pengikat carnauba wax yang diformulasi dengan laktosa sebagai bahan pengisi. Carnauba wax berbentuk padat pada suhu kamar dan berjarak lebur 80–850C (Neil, et.al., 2001). Kibbe (2000) menyatakan bahwa arnauba wax digunakan dalam pembuatan sediaan sustained release pada kadar 10 – 50%. Propranolol hidroklorida memiliki kelarutan 1:20 dan berjarak lebur 162-1660C
dipilih sebagai model bahan aktif (Neil, et.al., 2001). Diamati pengaruh konsentrasi carnauba wax terhadap karakteristik granul dan tablet propranolol hidroklorida dengan harapan dapat menjadi informasi bagi pengembangan pembuatan tablet melalui tahapan proses granulasi peleburan. suling.

ALAT
Timbangan digital analitik (Sartorius), penangas air, mortir dan alu, pengayak mesh 16, seperangkat pengayak untuk penentuan distribusi ukuran granul/partikel, sieve shaker
machine (BBS Product BCL-601, Japan), corong uji sifat alir, stopwatch, bulk density tester (USP 315-2E, USA), mesin cetak tablet 8 lubang (Rimek, India), jangka sorong, alat penentu kekerasan tablet, alat uji kerapuhan tablet (Omron H3BA), alat disolusi
keranjang 6 tabung (Erweka DT60, Germany), spektrofotometer sinar lembayung-sinar tampak (Shimadzu –1601, Japan), pH meter (Metrohm type 620), peralatan-peralatan gelas untuk analisis.

1. Granulasi

EVALUASI GRANUL
Parameter yang diamati adalah :uji homogenitas, uji sifat alir, uji kompresibilitas granul, dan uji distribusi ukuran granul.

Uji Sifat Alir (Aulton, 1988;Liebermann & Lachman, 1986)
Granul dimasukkan ke dalam corong uji waktu alir. Penutup corong dibuka sehingga granul keluar dan ditampung pada bidang datar. Waktu alir granul dicatat dan sudut diamnya dihitung dengan mengukur diameter dan tinggi tumpukan granul yang keluar dari mulut corong. Waktu alir dipersyaratkan dengan sudut diam tidak lebih dari 30 derajat

Uji Kompresibilitas (Aulton, 1988,FI IV 1995)
Timbang 100 g granul masukkan ke dalam gelas ukur dan dicatat volumenya, kemudian granul dimampatkan sebanyak 500 kali ketukan dengan alat uji, catat volume uji sebelum dimampatkan (Vo) dan volume setelah dimampatkan dengan pengetukan 500 kali (V). Perhitungan : I = V0 –V x 100%
V0
Keterangan : I = indeks kompresibilitas
(%); Vo = volume granul
sebelum dimampatkan (mL); V =
volume granul setelah dimampatkan
(mL). Syarat : tidak lebih dari 20%.
* Uji Kerapuhan Granul
Kerapuhan granul yaitu gambaran stabilitas fisis granul. Dapat diamati lewat ketahanannya terhadap adanya getaran dengan menempatkannya di atas ayakan bertingkat yang digetarkan.
Persentase kerapuhan granul Ampisilin adalah 79,65 %.
* Uji Daya Serap Granul
Daya serap granul berpengaruh pada waktu hancur tablet. Faktor yang mempengaruhi penetrasi adalah porositas tablet dimana tergantung kompressi dan kemampuan penyerapan air dari material yang dipakai. Bahan penghancur mulai berfungsi diantaranya melalui proses pengembangan, reaksi kimia maupun secara enzimatis setelah air masuk ke dalam tablet (Boyland, 2002). Pada pembuatan tablet ampisilin ini yang digunakan sebagai penghancur adalah Avicel PH 101 yang merupakan selulosa yang dapat menyerap air dan mengembang lalu pecah. Berat air yang diserap oleh granul adalah 0,2287 g, yang merupakan berat rata-rata dari 3 kali replikasi yang dihitung setelah berat ampul yang ditimbang konstan.
* Uji Waktu Alir
Waktu alir adalah waktu yang diperlukan untuk mengalir dari sejumlah granul melalui lubang corong yang diukur adalah sejumlah zat yang mengalir dalam suatu waktu tertentu. Untuk 100 g granul waktu alirnya tidak boleh lebih dari 10 detik. Waktu alir berpengaruh terhadap keseragaman bobot tablet. Kecepatan alir granul Ampisilin adalah 25 g/8,8 detik.
Pengempaan tablet
* Uji Kompaktibilitas
Untuk mengetahui kemampuan granul untuk saling melekat menjadi massa yang kompak, digunakan mesin tablet single punchdengan berbagai tekanan. Kompaktibilitas digambarkan oleh kekerasan tablet yang dihasilkan. Hasil uji kompaktibilitas :
Skala Kekerasan Tablet
0,5 4,005
1 - (hancur sebelum diuji kekerasannya)
1,5 14,37
2 27,75
3 12,45
Pada percobaan ini dipilih yang skala 2 karena pada skala ini tablet yang dihasilkan paling bagus dan tidak begitu rapuh.
4. Evaluasi Sifat Fisik Tablet
* Keseragaman Bobot
Untuk mengetahui apakah seluruh tablet memiliki skala yang telah ditetapkan. Keseragaman bobot dipengaruhi oleh waktu alir. Bobot rata-rata tablet Ampisilin adalah 717,95 mg.
Keseragaman bobot tidak tercapai karena > 2 tablet mempunyai penyimpangan bobot 5% dan > 1 tablet mempunyai penyimpangan bobot 10% dari bobot rata-rata (untuk bobot rata-rata > 300mg).
Pengamatan Penampilan Tablet

Dilakukan pengamatan terhadap penampilan fisik : bentuk, ketebalan, tekstur permukaan, warna tablet.

Keseragaman Ukuran

Dilakukan pengukuran terhadap 20 tablet : diameter dan tebal tablet menggunakan jangka sorong.

Uji Kekerasan Tablet (FI IV,1995, Parrot, 1971)

Masing-masing 10 tablet dari tiap batch diukur kekerasannya dengan alat pengukur kekerasan tablet. Persyaratan untuk tablet lepas terkendali non swellable adalah 10-20 kg/
cm2.

Uji Keregasan Tablet (Liebermann, 1986)

Duapuluh tablet dibersihkan dari debu, ditimbang, kemudian dimasukkan ke dalam alat uji keregasan. Alat diputar pada kecepatan 25 rpm selama 4 menit dan alat tersebut akan
menjatuhkan tablet sejauh 6 inci setiap putaran. Seluruh tablet dikeluarkan, dibersihkan dari debu dan ditimbang kembali. Dihitung kehilangan bobot dalam persentase. Syarat : lebih kecil dari 1 (%).

Uji Penetapan Kadar (FI IV, 1995)

Tablet digerus halus, ditimbang saksama setara dengan 20 mg propranolol hidroklorida, masukkan ke dalam labu tentukur 100,0 mL lalu dilarutkan dengan metanol hingga
100,0 mL. Pipet larutan sebanyak 5,0 mL dimasukkan ke dalam labu ukur 50,0 mL dan diencerkan dengan metanol hingga 50,0 mL. Buat larutan baku pembanding propranolol
hidroklorida dengan menimbang saksama 20 mg propranolol hidroklorida baku pembanding, masukkan ke dalam labu tentukur 100,0 mL, larutkan dengan metanol
hingga 100,0 mL. Pipet larutan sebanyak 5,0 mL masukkan ke dalam labu tentukur 50,0 mL lalu encerkan dengan metanol hingga 50,0 mL. Ukur serapan pada panjang gelombang maksimum, kadar dihitung dengan rumus :
A sampel C BP Kadar (%) = ABP x C sampel x 100%

Syarat penetapan kadar menurut FI edisi IV, 1995 : tidak kurang dari 98 % dan tidak lebih dari 101,5 % dari jumlah yang tertera pada etiket.

Uji Keragaman Bobot (FI IV,1995)
Pemeriksaan dilakukan terhadap 10 tablet yang diambil secara acak dari tiap formula lalu ditimbang bobotnya satu per satu. Dihitung bobot rata-rata untuk satu tablet. Dari hasil penetapan kadar yang diperoleh hitung jumlah bahan aktif dari masing-masing tablet dengan anggapan terdistribusi secara homogen. Persyaratan keseragaman bobot
atau keseragaman kandungan terletak antara 85,0 hingga 115,0 % dari yang tertera pada etiket, dan simpangan baku relatif kurang dari atau sama dengan 6,0% (FI IV,1995).
* Kekerasan Tablet
Untuk mengetahui seberapa besarnya kekerasan tablet yang dihasilkan. Kekerasan tablet erat hubungannya dengan ketebalan tablet, bentuk dan waktu hancur tablet. Kekerasan tablet Ampisilin adalah 27,75 kg (pada skala 2).
* Kerapuhan Tablet
Adalah persen bobot yang hilang setelah tablet diguncang. Kerapuhan tablet Ampisilin adalah 0,806 % sehingga dapat disimpulkan bahwa kerapuhan tablet Ampisilin ini baik karena nilainya tidak >1%.
*Waktu Hancur Tablet
Adalah waktu yang dibutuhkan untuk hancurnya tablet dalam media yang sesuai, sehingga tidak ada bagian tablet yang tertinggal diatas kasa. Faktor-faktor yang mempengaruhi : sifat fisik granul, kekerasan, porositas tablet & daya serap granul. Penambahan tekanan pada waktu penabletan menyebabkan penurunan porositas dan menaikkan kekerasan tablet. Dengan bertambahnya kekerasan tablet akan menghambat penetrasi cairan ke dalam pori-pori tablet sehingga memperpanjang waktu hancur tablet. Kecuali dinyatakan lain waktu hancur tablet bersalut tidak >15menit. Waktu hancur tablet Ampisilin adalah 6,44 menit.
5. Uji Disolusi
Disolusi adalah proses melarutnya zat padat dalam cairan medium tertentu. Parameter yang dapat ditentukan dari proses ini adalah kecepatan disolusi, yang merupakan kecepatan larut zat aktif dari sediaan farmasi/granul/partikel sebagai pecahnya bentuk sediaan tsb setelah berhubungan dgn cairan pelarut.
Digunakn Metode Dissolution Efficiency (DE) utk mengungkapkan hsl uji kecepatan disolusi, yaitu mrpkn metode
perbandingan luas daerah di bawah kurva disolusi pd saat t dgn luas 4 persegi pnjg yg munjukkn 100% zat aktif terlarut pd saat t.
t A C (µg/ml) C x 900 ml (µg) Faktor Koreksi
5 0,216 70,57 63513 ml 0
10 0,176 61,05 54945 5x70,57 = 352,85
20 0,318 94,86 85374 352,85+(5x61,05) = 658,1
30 0,437 123,19 110871 658,1+(5x94,86) = 1132,4
45 0,606 163,43 147087 1132,4+(5x123,19)=1748,35
Q/Jumlah sesungguhnya (µg)
63513 + 0 = 63513
54945 + 352,85 = 55297,85
85374 + 658,1 = 86032,1
110871 + 1132,4 = 112003,4
147087 + 1748,35 = 148835,35
% zat aktif yang terlepas = 148835,35/500000 x 100% = 29,77%
\s




LI = ½ x a x t
= ½ x 5 x 63513

= 158784,75

LII = ∑sisi sejajar x ½ x t

= (63513 + 55297,85) x ½ x 5

= 297024,89

LIII = (55297,85 + 86032,1) x ½ x 10
= 706627,25
LIV =(86032,1 + 112003,4) x ½ x 10
= 990163,86
LV = (112003,4 + 148835,35) x ½ x 10
= 1304189,05

Luas A + B = p x l
= 500000 x 45
= 225 x 105
DE = ( A/(A+B))x 100%
=(3456789,8/(225x10pangkat5)) x 100%
= 15,36 %



Uji Kecepatan Alir dan Sudut Istirahat

Massa cetak diletakkan dalam corong alat uji kecepatan alir yang bagian bawahnya ditutup.Massa cetak yang keluar dari alat tersebut dihitung kecepatan alirannya dengan menghitung waktu yang diperlukan oleh sejumlah serbuk untuk turun melalui corong alat penguji dengan menggunakan stopwatch dari mulai dibukanya tutup bagian bawah hingga semua massa granul mengalir keluar dari alat uji. Timbunan granul dapat digunakan untuk menghitung sudut istirahat. Diameter rata-rata timbunan granul dan tinggi puncak timbunan granul diukur.
Sudut Istirahat (_) : Arc Tangen _ = Tinggi puncak granul Jari-jari lingkaran

Sudut Istirahat (_) Sifat Aliran
< 25 Sangat baik
25 – 30 Baik
30 – 40 Cukup
> 40 Sangat sukar
Tabel 3.3 Hubungan antara Kecepatan Alir dengan Sifat Aliran Serbuk
Laju Alir (g/s) Sifat Aliran

>10
4–10
1,6–4
<1,6
Sangat baik
Baik
Sukar
Sangat sukar


Alat Uji Kecepatan Alir
Kerapatan Nyata

Beberapa bagian massa cetak ditimbang (pada pengujian kali ini dilakukan terhadap dua
puluh lima gram massa cetak), kemudian dimasukkan ke dalam gelas ukur seratus mililiter.Volume awal granul dicatat. Kerapatan nyata adalah berat serbuk dibagi dengan volume awal granul.
Kerapatan nyata = Berat granul (g/mL)
Volume awal granul

Kerapatan Mampat
Beberapa bagian massa cetak ditimbang (pada pengujian kali ini dilakukan terhadap dua
puluh lima gram massa cetak), kemudian dimasukkan ke dalam gelas ukur seratus mililiter.Setelah dilakukan penentuan kerapatan nyata di atas kemudian ketuk-ketukan gelas ukur tersebut dengan menggunakan alat uji kompresibilitas hingga volume granul konstan. Kerapatan mampat adalah berat granul dibagi dengan volume granul konstan.

Kerapatan mampat = Berat granul (g/mL)
Volume granul konstan
Kompresibilitas
Penentuan kompresibilitas digunakan untuk menghasilkan tablet yang baik. Kompresibilitas dapat dilihat dari harga indeks Carr yang sangat bergantung pada kerapatan nyata maupun kerapatan mampat dari granul yaitu dengan cara kerapatan mampat dikurangi kerapatan nyata, lalu dibagi dengan kerapatan mampat. Kompresibilitas granul dinyatakan dalam persen. Hubungan antara indeks Carr dengan jenis aliran granul dapat dilihat pada Tabel 3.4 :
Indeks Carr = Kerapatan mampat - Kerapatan nyata x 100%
Kerapatan mampat

Kompresibilitas (%) Sifat Aliran
5 – 12 Sangat baik
12 – 18 Baik
18 – 23 Cukup
23 – 33 Kurang
33 – 38 Sangat kurang
> 38 Sangat buruk

Uji Keseragaman Berat

Ditimbang dua puluh tablet, dihitung berat rata-rata tiap tablet, kemudian tablet- tablet
tersebut ditimbang satu persatu. Tidak boleh lebih dari dua tablet yang masing-masing beratnya menyimpang dari berat rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan pada kolom A dan tidak boleh satu tabletpun yang beratnya menyimpang dari berat rata-ratanya lebih dari harga yang ditetapkan pada kolom B pada Tabel 3.5 (FI III, 1979).
Diameter dan tebal tablet diukur masing-masing (pada pengujian kali ini dilakukan terhadap dua puluh tablet) dengan menggunakan alat pengukur ketebalan dan diameter atau yang biasa disebut mikrometer (Mitutoyo). Kecuali dinyatakan lain, diameter tablet tidak lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari empat per tiga tebal tablet (FI IV, 1995).

Uji Kekerasan Tablet
Dihitung kekerasan tablet satu per satu (pada pengujian kali ini dilakukan terhadap dua puluh tablet) dengan menggunakan alat penguji kekerasan (Hardness Tester), kemudian dihitung rataratanya.

Uji Friabilitas Tablet/ Friability Tester
Tablet ditimbang sebanyak kurang lebih enam koma lima gram, kemudian dimasukkan ke dalam alat penguji keregasan tablet. Alat dijalankan selama empat menit dengan kecepatan putaran dua puluh lima putaran per menit. Tablet yang masih utuh ditimbang, kemudian dihitung kehilangan bobotnya. Kehilangan bobot yang masih diperbolehkan tidak lebih dari 0,8%.
Friabilitas tablet = W1 - W2 x 100%
W1
Keterangan : W1 = Berat awal
W2 = Berat akhir
(USP XXVII, 2004)

Uji Kesukaan
Untuk mengetahui formula mana yang paling disukai, maka dilakukan uji kesukaan
dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 panelis yang dilakukan secara acak. Uji kesukaanpada dasarnya merupakan pengujian dimana panelisnya mengemukakan responnya berupa senang tidaknya terhadap sediaan yang diuji dalam bentuk skala numerik.

percepat Loading Windows

Defragment Harddisk, Percepat Loading Windows !!
Pada dasarnya, Windows sudah menyertakan program Defragment untuk harddisk. Akan tetapi, program tersebut sangat lambat dalam merapikan file-file dan direktory yang terfragment (teracak).
Tujuan defragmentasi harddisk adalah untuk mempercepat loading aplikasi ketika dijalankan dan merapikan struktur file/direktory. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, defragmentasi sangat bermanfaat karena file yang diload akan lebih cepat berjalan dan meningkatkan kinerja Windows anda.
Sebagai contoh, anda akan mencari/meload suatu program, ketika harddisk anda belum terdefragmentasi (belum dirapikan) maka komputer mencari secara keseluruhan di cluster atau disektor mana program tersebut berada. Hal ini akan memakan waktu dan resource komputer anda, sehingga menghambat kinerja windows.
Untuk melakukan defragmentasi pada harddisk, kita dapat memakai program internal (bawaan) windows atau program lain yang kinerjanya lebih cepat.

Dengan windows defragmenter, langkah-langkahnya :
1. Klik Start
2. Arahkan pada All Programs >> Accessories >> System tools >> Disk Defragmenter
3. Pilih salah satu atau anda dapat memilih semua harddisk yang akan didefrag
4. Lalu klik Defrag, setelah selesai defrag segera Restart komputer anda.

Dengan Tool Ultra Defrag (direkomendasikan), langkah-langkahnya :
1. Download di http://ultradefrag.sourceforge.net/ dan jalankan program installernya
2. ikuti proses sampai Selesai, jalankan programnya
3. Pilih harddisk yang akan di defrag, lalu klik Defrag atau Compact
4. setelah selesai defrag segera Restart komputer anda.

Kemudian rasakan hasilnya...
Selamat mencoba....
Terkadang saat kita mengoperasikan kompie kita (yg ber-SO Windows XP), di awal prosesnya ada yg namanya BootScreen (yg ada loading ntuh). Biasanya indikator loading tersebut bergerak mengulang2 dari 15-20 kali (cape deh..). Ntuh lumayan lama nunggunya, nah disini qta akan mngurangi process loading tersebut agar lebih cepat (1 1/2 ampe 3 kali).

Dimulai dari sini aja, Pernah dengar atau kenal yg namanya file batch?? Dahulu kala, terdapatlah 3 ekstensi file yg bisa dijalankan di mesin DOS (MS-DOS) yaitu .exe, .com dan .bat, nah yg namanya file batch (.bat) adalah file yg didalamya berisikan perintah-perintah DOS (DOS command-line) yg digunakan untuk keperluan kemudahan proses pada mesin DOS. Halah kelamaan..
Nih, intinya yg digunakan untuk mempercepat proses loading pada Windows XP, kita gunakan manfaat dari file batch tersebut.
1. Buat file batch (pake notepad), pada kotak RUN.. (logowindows+R) ketik aja notepad c:\cepat.bat atw namafile sesuai keinginanmu tapi tetep dgn akhiran .bat !
2. Ketik script berikut :
3. DEL C:\Windows\Prefetch\*.* /Q simpan file tersebyut (CTRL+S), trus diclose aja, kita g perlu lg ma notepad.
4. Jalanin Run.. lg (logowindows+R) dan ketik gpedit.msc
5. Udah masuk? Cari Windows Setting (dobel klik).
6. Pilih yg Start-up Script (dobel klik) pada kotak pertama ketik aja c:\cepat.bat atw file .bat yg udh kmu buat td.
7. Ulangi langkah 5 untuk Shutdown Script.
8. Udah? Yg udh tinggal tutup apa Group Policy nya td. Trus restart dech komputermu.. Klo blm ada perubahan restart 1x lg, klo msh blm jg, cek script yg dbuat, kali2 aja ada yg salah. Maklum manusia tempat salah dan dosa *upss..*
*) Hanya untuk Windows XP Professional..
Title: cara percepat loading komputer
Post by: khoming on September 22, 2008, 09:22:01 pm
________________________________________
untuk menpercepat loading windows sebenarnya ada banyak cara. salah satunya ikutin cara di bawah ini
1.pertama tama hapus startup windows caranya klik pada start kemudian msconfig dan cari tab menu startup kemudian buang centangan yang tidak penting dan biasanya yang aktif hanya antivirus
2. kemudian hapus temp pada %systemroot%\temp (c:\windows\temp) hapus semua yang ada pada folder temp
3. kemudian hapus semua file pada %systemroot%\prefetch\(c:\windows\prefetech). hapus semua file yang terdapat pada direktori prefetech
4. hapus semua temporari file internet dan cookies.

coba kemudian restart komputer. dan rasakan komputer anda akan lebih cepat di bandingkan dengan sebelummya

semoga artikel ini bermanfaat

see u agin

________________________________________
Title: Re: cara percepat loading komputer
Post by: alcom on September 22, 2008, 09:37:58 pm
________________________________________
Quote from: khoming on September 22, 2008, 09:22:01 pm
untuk menpercepat loading windows sebenarnya ada banyak cara. salah satunya ikutin cara di bawah ini
1.pertama tama hapus startup windows caranya klik pada start kemudian msconfig dan cari tab menu startup kemudian buang centangan yang tidak penting dan biasanya yang aktif hanya antivirus
2. kemudian hapus temp pada %systemroot%\temp (c:\windows\temp) hapus semua yang ada pada folder temp
3. kemudian hapus semua file pada %systemroot%\prefetch\(c:\windows\prefetech). hapus semua file yang terdapat pada direktori prefetech
4. hapus semua temporari file internet dan cookies.

coba kemudian restart komputer. dan rasakan komputer anda akan lebih cepat di bandingkan dengan sebelummya
Archive for the ‘Percepat Loading Windows’ Category
Percepat Loading Windows
30 April, 2008
Bila komputer anda menggunakan Windows XP, kadang kita dijengkelkan dengan loading yang terlalu lama. Padahal anda sudah membuang semua program di startup, membersihkan HDD dan registry pun telah dibersihkan. Tapi hal ini tetap terjadi.
Kalau anda sedang iseng, coba anda hitung berapa kali indikator loading Xp anda berjalan bolak-balik saat loading windows.
Lakukan sedikit trik di bawah ini :
Ketik pada notepad :
“Del C:\windows\prefetch\ntosboot-*.*/q”
(Tanpa tanda petik)
Save as = ntosboot.bat pada drive C (drive, dimana os terinstal)
Jalankan Run, ketik gpedit.msc
Pilih Computer configuration
Pilih Windows setting kemudian double klik shutdown.

Pilih properties
Klik add kemudian browse, tentukan letak file ntosboot.bat
KLik open.
Klik OK, Apply, OK.


Jalankan kembali Run, ketik devmgmt.msc
Double klik IDE ATA/ATAPI controllers
Double klik primary IDE channel untuk membuka properties.
Pilih tab Advance settings
Pada semua device (device 0 atau 1)
cari Device Type yang tidak dalam keadaan nonaktif, rubah menjadi None.
Kilk OK.
Lakukan hal yang sama pada secondary IDE channel.


Restart computer…..
Coba anda bandingkan jumlah indikator loading xp yang berjalan bolak-balik, sebelum dan sesudah melakukan trik di atas !
Selamat menghitung, eh . . . Selamat Mencoba !
Seiring dengan waktu, lama kelamaan PC terasa makin lambat dan ‘berat’. Apa saja yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya?
• Langkah pertama mempercepat boot via BIOS. Untuk keterangan selengkapnya, Anda dapat melihatnya pada “Menguak Tabir BIOS” di PC Media 04/2004 yang lalu.
• Selanjutnya mulai ke area operating system. Untuk Windows XP, mulai dengan membuka System Configuration Utility. Pada tab BOOT.INI, beri tanda (P) pada “/NOGUIBOOT”. Ini akan mempersingkat waktu boot dengan menghilangkan Windows startup screen. Pada tab Startup, seleksi ulang seminimal mungkin item yang sangat dibutuhkan. Hal yang sama juga dilakukan pada service yang dijalankan. Usahakan jumlah service yang ter-load tidak lebih dari 25.
• Windows XP memang tampak begitu memukau pada tampilannya. Jika kebutuhan utama Anda adalah kecepatan dan bukan keindahan, setting ulang interface ini dapat menambah kecepatan. Masuk ke System Properties, pilih tab Advanced. Setting ulang pada pilihan Performance. Kemudian pilih “Adjust for Best Performance” pada tab Visual Effects.
• Menghilangkan wallpaper dan minimalisasi jumlah desktop icon juga dapat mempercepat PC Anda. Kurangi jumlah desktop icon sampai maksimal lima buah.
• Menghilangkan bunyi pada event Start Windows juga akan mempercepat proses boot. Mau lebih cepat lagi? Pilih “No Sounds” pada sound scheme.
• Berapa jumlah font yang terinstal pada Windows Anda? Makin banyak jumlah font yang terinstal akan menambah berat beban kerja PC Anda. Windows secara default menyertakan sejumlah kurang dari 100 font. Usahakan jumlah font yang terinstal pada kisaran 150 font.
• Anda rajin meng-update driver? Bagus. Namun tahukah Anda, file-file yang digunakan driver lama Anda dapat memperlambat PC. Cara paling mudah menggunakan utility tambahan seperti Driver Cleaner. Utility ini membersihkan driver nVidia dan ATI terdahulu. Driver Cleaner 3.0, juga dapat membersihkan driver lama beberapa chipset motherboard, sound card, dan lain-lain.
PERCEPAT KINERJA SYSTEM PADA WINDOWS XP
Registry menyimpan semua informasi singkat seputar system. Untuk memperbaiki dan mempercepat kinerja sistem (windows xp), adakalanya menyeting registry dengan cara : Klik Start -> Run -> ketik regedit.
Saran, backup data penting anda sebelum menyetting registry.

SIMPAN KONFIGURASI
Jalankan System Restore Point,tujuannya untuk berjaga-jaga apabila terjadi error maka anda bisa mengembalikan konfigurasi system seperti semula.
Cara setting Restore Point :
Klik Start -> Programs/ All Programs -> Accessories -> System Tools -> System Restore.
Dalam layar pembuka terdapat 2 opsi, pilih opsi ke dua (Create a Restore Point) ->
Next -> masukkan nama yang mudah diingat, misal “System Default” -> Create.
Apabila terjadi sesuatu (error) setelah anda mengedit registry maka ulangi langkah2 diatas dan serbagai gantinya pilih “Restore my computer to early time” pada layer Welcome to System Restore untuk mengembalikan status yang baru disimpan.

REGISTRY ENTRY
Klik Start -> Run -> ketik regedit
Hal pertama anda lihat ketika Registri editor tampil adalah lima seksi utama dari registry entry dengan nama-nam : HKEY_CLASSES_ROOT, HKEY_CURRENT_USER, dan seterusnya. Catatan : HKEY_CURRENT_USER / Control Panel / Desktop, berarti anda harus klik tanda plus disebelah HKEY_CURRENT_USER, Control Panel, lalu Desktop.

PERCEPAT LOAD MENU
Tampilkan registry editor, arahkan key berikut ini dengan meng-klik tanda plus disebelah nama setiap level :
HKEY_CURRENT_USER / Control Panel
Klik “Desktop.” Akan muncul daftar disisi kanan. Klik dua kali “MenuShowDelay” dan ubah Value data menjadi 0.
Klik OK.

FREE-UP MEMORY
Ketika men-shut down sebuah program, windows sering kali menjaga bagian2 dari program tersebut dalam memory meskipun tidak lagi digunakan. Bagian dari program yang disebut dynamic link libraries (DLLs) akan memakan space memory dan terkadang menyebabkan problem2 lain.
Anda dapat mengubah registry key untuk mencegah windows melakukan ini.
Tampilkan Registry Editor, arahkan ke key berikut ini :
HKEY_LOCAL_MACHINE / SOFTWARE /Microsoft /Windows /CurrentVersion
Pada CurrentVersion, klik kanan lalu pilih new -> key.
Dalam box yang muncul (“New Key #1”), ubah menjadi AlwaysUnloadDLL tekan Enter. Pada sisi kanan klik dua kali kata Default.
Untuk value data, masukkan 1 lalu klik OK.
Tutup regedit.

PERSINGKAT STARTUP
Windows dapat diset untuk load informasi seputar aplikasi yang membuatnya startup lebih cepat, caranya dengan mengubah seberapa banyak kerja dari sebuah program yang disebut Prefetcher.
Tampilkan regedit, arahkan ke key berikut :
HKEY_LOCAL_MACHINE / SYSTEM / CurrentControlSet / Control / Session Manager / Memory Management / PrefetchParameters
Saat PrefetchParameters di-klik, sisi sebelah kanan editor akan menampilkan entry. Klik dua kali “Enable Prefetcher” dan ubah value data menjadi 5 (dalam decimal, bukan hexadecimal). Klik OK. Tutup regedit

REDUKSI WINDOWS WORKLOAD
Jika anda mempunyai banyak folder dan subfolder, setiap kali mengakses satu diantaranya, windows menghabiskan banyak waktu dalam mengupdate “last accessed” folder dan semua subfolder-nya. Dengan menghentikan proses itu akan menghemat waktu.
Buka regedit, arahkan ke key berikut :
HKEY_LOCAL_MACHINE / SYSTEM / CurrentControlSet / Control
Pada, Control, klik kanan FileSystem, pilih New, lalu DWORD Value. Ganti “New Value #1” dengan NtfsDisableLastAccessUpdate dan tekan Enter. Klik dua kali NtfsDisableLastAccessUpdate dan ubah Value data menjadi 1.
Klik OK. Tutup regedit

PERBAIKI SWAPFILE
Tidak sedikit program menggunakan banyak memory. Jika anda menjalankan lebih dari satu atau dua program bersamaan, ada kemungkina windows kehabisan RAM. Untuk kasus ini, system mulai menggunakan sebagian dari harddisk, sering disebut “swapfile”, guna menyimpan informasi. Memang jauh lebih lambat dibandingkan RAM, paling tidak dapat menjalankan sebuah program.
Terkadang windows menggunakan swapfile sebelum kejadian tersebut. Caranya bisa dengan tweak msconfig berikut ini.
Klik Start -> Run -> ketik msconfig
Klik tab System.ini
Klik tanda plus disebelah 386enh.
Klik New, lalu ketikkan “ConservativeSwapfileUsage=1” dalam box yang muncul.
Klik OK. Close
--------------------
Menghilangkan logo awal start windows
1. Buka Windows Explorer
“tool | folder options | view ” singkirkan atribut “Read-only”
konfimasi “ok”
2. Klik ganda file msdos.sys buka dengan “text editor”
3. Tambakan bagian dalam bagian
“option” dengan “logo=0″ bila menggunakan window 95 tuliskan
“logo=off”
4. Simpan file tersebut
5. Aktivekan kembali dengan atribut “read-only”
# Menghentikan pencarian floppy disk drive
1. Klik kanan pada “My Computer | Properties | Performance|
File System”
2. Pilih Tab “Floopy Disk”
3. Deaktivasi option “Search for new floppy disk drives each
time your computer start”
4. konfirmasi “ok”
# Menonaktifkan Scandisk otomatis
1. Start menu | run
2. Ketik “msconfig”
3. Buka “system Configuration Utility” dengan Enter
4. Tab “General” klik “Advanced”
5. Aktifkan pilihan “Disable Scandisk after bad shutdown”
6. Konfirmasi “ok”
7. Restart ulang
# Mode “Hibernation”

pada Me dan 2000 (Manajemen Daya)
1. Start menu |Setting |control panel | power options
2. Pilih tab “Hibernate” dan klik opsi tersebut.
3. konfirmasi “ok”
# Meningkatkan cache untuk file dan path
1. Klik kanan “My Computer | Properties”
2. Pilih TAB “Performance | File System”
3. Pilih opsi “Network Server ” disamping label “Typical role
of this computer”
4. Konfimasi “ok”
# Menonaktifkan Sound event Windows
1. Control Panel >> Sound >> Multimedia
2. Pilih tab Sound
3. Pada bagian Scheme pilih “No Sound” dengan memilih satu
persatu dalam sound event dalam pull down dan memilih “none”
4. Konfimasi “ok”
# Menentukan ukuran file swap
1. Klik kanan “My Computer”
2. Properties
4. Tab “Performance”
5. Klik “Virtual Memory”
6. Aktifkan opsi “Use personalized setting for virtual memory”
cantumkan dibawah “Minimum dan Maximum” sebuah nilai
sekurangnya 200 MB
7. Ok >> Yes >> Restart
Startup program tidak start otomatis
1. Start | Run
2. Ketik “Msconfig”
3. Pada tab “StartUp” non aktifkan program yang tidak perlu
4. Konfimasi Ok >> Restart
5. Reboot tanpa load bios
6. Tekan tombol shift ketika melakukan restart
Virtual Memory
1. Tambahkan pada file config.sys
device=C:WindowsCo 512
dan pada Autoexec.bat
set Temp=F: bila ram drive berada di F:
Dengan 1 klik anda bisa restart dan shutdown
1. Klik kanan di desktop dan pilih new > shortcut
2. dalam kotak command ketikkanlah c:\windows\rundll.exe
user.exe,ExitWindows (untuk Shutdown)
3. c:\windows\rundll.exe user.exe, ExitWindowsExec
4. Tekan Next, Berinama shortcutnya dan klik finish.